Posts

Farewell Black!

Image
Colin Vearncombe 26/5/1962 - 26/1/2016 You'll never walk alone. We’re deeply saddened to announce the death of Colin Vearncombe (aka Black) earlier today, Tuesday 26th January 2016. Colin never regained consciousness following a road traffic accident sixteen days ago. He died peacefully surrounded by his family who were singing him on his way. His wife Camilla and his three sons paid tribute to the staff at the Intensive Treatment Unit of Cork University Hospital saying; “Colin received the best possible care from the expert and highly professional staff there and we are deeply grateful for everything they did”. The funeral will be a private one, but we will be holding a memorial service for him in Liverpool in the near future as we know there are many, many people who will want to celebrate Colin’s life and work. The date and time will be announced in due course, along with details of a charity to which any donations in memory of Colin can be ...

Adakah Roh Allah Padaku?

Image
Luk 1:1-4; 4:14-21 , 1 Kor 12:12-30 Dalam sebuah jamuan siang, seorang pedagang sempat menyinggung tentang salah satu rekan kongsinya dan seorang karyawannya sendiri. Intinya ia heran mereka bisa aktif melayani, bahkan menjadi pentolan, di institusi agama masing-masing sementara etika bisnis ataupun perilaku mereka itu ia nilai masih kontradiktif. " Kalau mesti begitu (baik) dulu, kapan bisa mulai melayani? ", demikian reaksi seorang karyawannya yang Katolik. Sementara karyawan yang lain, juga seorang Katolik, menambahkan: " Boss, ada adagium Gereja itu bukan museum bagi orang suci tapi rumah sakit buat orang berdosa. " Obrolan pun stop di situ saja. Masing-masing orang tentu punya motif yang unik dalam pelayanan religiusnya. Ada yang murni demi kasih dan kemuliaan Tuhan, ada yang ingin mendapatkan ketenangan jiwa, ada pula yang demi keuntungan pribadi. Demikian pula ada berbagai teologi dan gaya pelayanan. Dari yang berbasis kaul kemiskinan dan kesederhanaan...

Ashes To Ashes. Farewell David!

Image
"I never done good things I never done bad things I never did anything out of the blue Want an axe to break the ice Wanna come down right now Ashes to ashes, fun to funky We know Major Tom's a junkie Strung out in heaven's high Hitting an all time low"

Bunda

Image
Luk 1:39-45 Memasuki bulan ke-7, dokter menyimpulkan dari hasil USG bahwa bakal anak pertama kami adalah laki-laki dan kondisinya normal. Puji Tuhan! Namun kira-kira 2 minggu pra-natal, tahu-tahu sang dokter berbalik menyatakan bahwa kami akan mendapatkan seorang putri. Kami pun kontan shocked . Bukan karena kami bias perihal gender , tetapi seakan satu pribadi yang selama ini kami rindukan mendadak tiada. Setelah berjuang melewati masa penantian, tepat hari ini 19 tahun yang lalu, akhirnya kami dianugerahi dengan seorang bayi yang sehat. Nicholas namanya. Perikop Injil hari ini kebetulan menyangkut tentang dua wanita kerabat yang sama-sama sedang mengandung. Keduanya dipilih oleh Allah dan dijanjikan, lewat malaikat Gabriel, akan melahirkan putra dengan pribadi yang hebat. Proses mereka mengandung itu sendiri adalah sebuah kemustahilan. Maria mengandung oleh Roh Kudus sedangkan Elisabet, sepupunya, mengandung dalam kondisi mandul dan tua (88 tahun menurut sebuah sumber non-alk...

Melihat Karena Percaya

Image
Mrk 10:46-52 Manusia pada umumnya tidak suka pada gelap, terlebih saat sedang sendirian. Berada dalam kegelapan membuat orang merasa tak berdaya karena ketidaktahuan atau tepatnya karena khawatir akan hal-hal buruk yang bisa menimpa atau mengagetkan dirinya. Jika gelap sesaat saja bisa menggelisahkan, bayangkan apa yang dirasakan orang yang semula dapat melihat tetapi kemudian menjadi buta. Buta dan miskin, itulah gambaran populer tentang Bartimeus. Sejumlah terjemahan kitab suci menyiratkan bahwa Bartimeus bukan buta sejak lahir ( lih. a.l.: NJB ay. 51 & 52 ). Dengan kata lain, Bartimeus niscaya pernah menikmati indahnya penglihatan. Entah bagaimana ia menjadi buta atau sejak kapan ia menjadi miskin. Yang pasti Bartimeus pernah sangat menderita. Tak bisa berbuat apa-apa kecuali mengemis di pinggir jalan dan tak punya apa-apa kecuali barangkali cuma sehelai jubah saja. Sebelum akhirnya ia disembuhkan oleh dan kemudian mengikuti Yesus. Buta adalah sebuah kondisi tanpa p...

Adakah Kamu Mau Pergi Juga?

Image
Yoh 6:60-69 Lembaga survey Gallup Poll pada tahun 1992 pernah mengadakan sebuah angket terhadap umat Katolik di Amerika dengan pertanyaan berikut: “Manakah dari pernyataan ini yang anda setujui? Ketika menerima Komuni Kudus, anda: 1) benar-benar dan sungguh menerima Tubuh dan Darah, Jiwa dan Keilahian Tuhan Yesus Kristus dalam wujud roti dan anggur; 2) menerima roti dan anggur yang merupakan lambang dari semangat dan pengajaran Yesus, dan tindakan tersebut adalah ungkapan dari kelekatan anda pada pribadi dan sabda-Nya; 3) menerima roti dan anggur di mana Yesus itu benar-benar dan sungguh hadir di dalamnya; 4) menerima Tubuh dan Darah Kristus yang menjelma demikian karena keyakinan pribadi anda.” Hasilnya, dari total 519 responden hanya 30% yang memilih nomor 1), jawaban yang Gereja akui sebagai iman Katolik sejati. Rupanya dalam hal pemahaman hakekat dari Komuni Kudus, bukan murid perdana Yesus saja yang bingung, hampir dua milenium kemudian, ternyata mayoritas umat Katolik modern...

Aman Dalam Tangan-Nya

Yoh 10:11-18 Sekali peristiwa, seorang gembala jemaat sedang naik pesawat dalam perjalanan pulang dari sebuah KKR. Tiba-tiba pesawat mulai bergoncang. Semua penumpang dan kru pesawat diminta segera mengenakan sabuk pengaman. Goncangan terus berlanjut dan bahkan semakin keras, sementara badan pesawat naik turun. Semua, termasuk sang pastur sendiri, mulai panik. Ada yang berdoa, ada pula yang berteriak. Sesaat pandangan sang pastur tertuju pada seorang anak perempuan kecil yang duduk di sebelahnya. Ia terkesan tidak terganggu sama sekali dan tetap saja bermain dengan bonekanya. Penasaran, ia pun coba menenangkan diri dan kemudian bertanya kepadanya mengapa ia sepertinya tidak takut. Sang anak menjawab dengan polos: "Ayahku adalah pilot pesawat ini dan ia sedang membawa aku pulang." Mendengar kisah ini mengingatkan pula kita pada kapten Chesley "Sully" Sullenberger yang berhasil menyelamatkan seluruh 155 penumpang dan kru pesawat US Airways flight 1549 dengan m...