Posts

Kairos

Image
Mrk 12:38-44 Perawakannya kurus kecil dan sedikit bongkok, mungkin akibat beban menahun dari pikulan yang dipanggulnya. Penampilannya sangat bersahaja dengan kopiah selalu menghiasi kepala. Itulah gambaran dari kakek tua penjaja kue lupis di masa kecilku. Kasihan melihatnya sehari-hari berkeliling di bawah terik matahari, suatu kali kami menawarkannya air minum. Entah memang karena haus atau karena sopan semata, ia pun tak menolak. Ini berlanjut menjadi kebiasaan rutin meski kami tidak belanja. Dan enaknya, sejak itu kami selalu mendapat bonus 1 potong kue setiap kali bertransaksi. Pernah pula suatu hari ia membawakan kami oleh-oleh setengah potong buah nangka besar, katanya dari pohon di rumahnya. Karena tak tega menerima, kami menyarankan agar buah tersebut ia jual saja. Tapi setelah ia bersikeras, akhirnya kami terima juga. Singkat cerita, waktu terus berjalan, kami pun semakin jarang melihatnya. Tanpa terasa hubungan kami terputus. Sang kakek sendiri entah pergi kemana. Kenan...

Berkongsi Dalam Kasih

Image
Markus 12:28-34 Allah adalah kasih. Maka sudah semestinyalah kasih menjadi dasar dari segala hukum yang ada. Hukum kasih yang terutama dan yang pertama mengatur relasi kita dengan Allah. Sayangnya relasi yang semestinya mesra ini kerap diwarnai oleh konsepsi yang salah. Allah cenderung dianggap tak ubahnya seorang rekanan dagang yang dituntut untuk memberi upah keselamatan sebagai imbalan atas jasa kasih dan ketaatan kita. Seakan-akan Ia otomatis berhutang jika kita menabung perbuatan baik. Paradigma ini menjadi ganjalan bagi hubungan kita yang harmonis dengan-Nya. Allah seyogyanya tak butuh sesuatu apapun. Yang Ia minta niscaya hanyalah kerelaan kita untuk bekerjasama agar bisa memperoleh keselamatan yang ditawarkan oleh-Nya. Kerjasama dalam wujud penyerahan diri yang berpijak pada pilihan bebas. Ibarat dalam pertempuran, menyerah dan minta pengampunan bukan karena di bawah ancaman senjata melainkan karena sadar sepenuhnya telah keliru memerangi tujuan yang salah. Tapi kiranya man...

Taste Of Raw New DM's Untitled Song

Image
The Angel of Love was upon me and Lord I felt so small The legs beneath me weakened I began to crawl Confused and contented I slithered around Revere is beyond me I was lost, I was found The Angel of Love was upon me and Lord I felt so weak I felt my tongue move in my mouth and I began to speak A strange kind of language I don’t understand A babbling fountain I couldn’t have planned Oh leave me here forever more I’ve found the peace I’ve been searching for The Angel of Love was upon me and Lord I felt so high I swear I could have reached up Placed my hands upon the sky A radiant rainbow was following me around With elevated senses I can see and taste sound The Angel of Love was upon me and Lord I felt so clean Like a preacher on Sunday My heart was serene I waded into the water I was bathed I was drowned like the sinners before me I knelt down on the ground Oh leave me here forever more I’ve found the peace I’ve been searching for Oh let me...

Depeche Mode Announced 2013 World Tour

Image
De peche Mode return with tour, album British New Wave band Depeche Mode chose Paris to announce a new album and world tour. The press conference opened with the t rio presenting one of the ir new songs, with accompanying video. One hundred million worldwide album ....  To read the full article, please click h ere . Source: www.euronews.com  

Bacaan Sepekan 13-19 Agustus 2012

Senin, 13 Agustus 2012 - (Mat 17:22-27) Yang tidak punya income saja bayar pajak.  Memakai analogi  yang ditenggarai adalah  kekaisaran Romawi ("r aja-raja dunia')  yang pada masa itu memungut pajak bukan dari warga Roma ("rakyatnya") tetapi dari penduduk daerah yang ditaklukkan ("orang asing"),  Yesus seakan ingin menegaskan bahwa dalam konteks otoritas bait Allah Ia adalah Anak Allah, bukan orang asing. Tapi jika Ia tidak membayar pajak bait Allah, bisa jadi ini akan ditiru oleh para pengikutnya maupun kaum Yahudi lainnya. Selain dapat menggangu pemeliharaan bait Allah untuk kepentingan umum, Yesus juga bisa dianggap menentang suatu tradisi religius dan tidak konsisten dengan ajaran-Nya sendiri perihal hukum Taurat. Selasa, 14 Agustus 2012 - (Mat 18:1-5, 10, 12-14) Kejarlah Daku kau Kutangkap. Hal keselamatan dan Kerajaan Allah itu tidak bisa diimani dengan logika. Konsepnya justru paradoksal: yang pertama menjadi terakhir, yang rendah ditinggika...

Bacaan Sepekan 4-10 Juni 2012

Senin, 4 Juni 2012 - (Mrk 12:1-12) Kaum Religius. Kacang lupa kulit, pagar makan tanaman. Itulah gambaran Yesus tentang para imam kepala, ahli Taurat, dan tetua Yahudi. Mereka merancang sesuatu yang jahat terhadap diri-Nya tanpa menyadari bahwa mereka sesungguhnya sedang berhadapan langsung dengan sang Arsitek utama, yang membuat rancangan di atas semua rancangan, yang mereka-rekakan yang jahat untuk kebaikan. Rahasia Kebun Anggur memang dibiarkan tersamar bagi yang degil hatinya. Dan mereka telah memilih jalan mereka sendiri. Ikut pemberontak, ujungnya binasa; ikut Raja yang sah, masuk Istana. Kita ikut yang mana?   Selasa, 5 Juni 2012 - (Mrk 12:13-17) Kaum Herodian and Parisi. Yang satu pro penguasa Romawi, yang lain pro kemerdekaan. Dua fraksi yang berseberangan kini berkoalisi demi menghadapi musuh bersama: Raja yang sah. Soal membayar pajak kepada kaisar dijadikan sebagai senjata. Harap-harap kanan kiri kena, toh akhirnya mereka tak berdaya juga. Tapi semoga peri...

Gembala dan Domba

Image
Yohanes 10:11-18   Andaikan hewan itu bernalar dan bisa berbicara, dan andaikan pula saya menjadi salah satu dari ke-99 domba yang di'tinggal'kan Yesus karena Ia mencari satu rekanku yang hilang, mungkin saya akan mengeluh begini kepada-Nya: "Yesus, tega-Nya Engkau meninggalkan kami. Apa jadinya jika saat itu serigala datang menyerang? Bukankah yang menjadi korban bisa jadi lebih banyak? Kenapa mengambil resiko buat semua hanya demi yang satu saja?" Begitulah kira-kira manusia dengan paradigma dunia. Menyarukan egoisme atas nama kepentingan bersama. Segala sesuatu dihitung berdasarkan rugi-laba. Lupa bahwa dalam urusan keselamatan, yang menentukan bukanlah faktor angka. Satu maupun 99 itu sama berharganya. Karena tanpa yang satu, yang lain pada dasarnya tak akan pernah sempurna.  Dunia tak mengenal sang Gembala yang baik karena manipulasi dan dominasi memang bukanlah hakekat-Nya. Ia tidak mencari keuntungan dari domba-domba-Nya. Ia meninggalkan mereka bukan kare...