Meski mendapat kesempatan dan kemudahan mengetahui rahasia Mesianik dan Kerajaan Allah, para murid ternyata masih belum mengerti siapakah Yesus sebenarnya. Injil hari ini ( Mrk 4:35-40 ) menceritakan mereka dikuasai oleh ketakutan, takut saat menghadapi angin ribut dan tetap juga “takut” setelah menyaksikan kuasa Yesus. Kita juga bisa mengalami “angin ribut” yang mengancam harta, karir, rumah tangga, bahkan nyawa kita. Ketika segala upaya sudah ditempuh, tetapi badai persoalan tak kunjung reda, ketakutan pun menguasai kita. Dan kita berteriak seperti para murid: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” Mungkinkah Yesus membiarkan mereka yang diajak berlayar bersama-Nya gagal sampai ke seberang? Mungkinkah Ia membiarkan kita yang sudah dianugerahi dengan janji keselamatan kekal binasa ketika berjalan bersama-Nya? Kita ragu karena kita sebenarnya juga belum kenal betul siapa Yesus … Ia yang berkuasa mengendalikan laut dan ombak ( Ayub 38:8-11 ). Musibah dapat menim...
Senin, 4 Juni 2012 - (Mrk 12:1-12) Kaum Religius. Kacang lupa kulit, pagar makan tanaman. Itulah gambaran Yesus tentang para imam kepala, ahli Taurat, dan tetua Yahudi. Mereka merancang sesuatu yang jahat terhadap diri-Nya tanpa menyadari bahwa mereka sesungguhnya sedang berhadapan langsung dengan sang Arsitek utama, yang membuat rancangan di atas semua rancangan, yang mereka-rekakan yang jahat untuk kebaikan. Rahasia Kebun Anggur memang dibiarkan tersamar bagi yang degil hatinya. Dan mereka telah memilih jalan mereka sendiri. Ikut pemberontak, ujungnya binasa; ikut Raja yang sah, masuk Istana. Kita ikut yang mana? Selasa, 5 Juni 2012 - (Mrk 12:13-17) Kaum Herodian and Parisi. Yang satu pro penguasa Romawi, yang lain pro kemerdekaan. Dua fraksi yang berseberangan kini berkoalisi demi menghadapi musuh bersama: Raja yang sah. Soal membayar pajak kepada kaisar dijadikan sebagai senjata. Harap-harap kanan kiri kena, toh akhirnya mereka tak berdaya juga. Tapi semoga peri...
“Pergilah ke kota; di sana kamu akan bertemu dengan seorang yang membawa kendi berisi air. Ikutilah dia …” ( Mrk 14:13-15 ) demikianlah kalimat awal dari pesan Yesus kepada Petrus dan Yohanes ( Luk 22:8 ) yang ditugaskan untuk mempersiapkan perjamuan Paskah di Yerusalem pada hari pertama hari raya Roti Tidak Beragi. Penugasan ini agak bergaya spionase. Menurut teori yang populer, Yesus bertindak demikian karena alasan keamanan mengingat para imam kepala dan ahli taurat saat itu sudah bersepakat untuk membunuh Dia. Yesus tidak ketakutan, Ia hanya ingin semua rencana-Nya terpenuhi pada waktunya. Menariknya, pembawa kendi air tersebut, menurut terjemahan alkitab pada umumnya, adalah seorang laki-laki, padahal pada masa itu pekerjaan tersebut lebih lazim dilakukan oleh kaum wanita. Konon ini disengaja agar kedua murid lebih mudah untuk mengenalinya. Betul atau tidak teori tersebut, yang jelas semuanya sudah diatur oleh Yesus secara detail. Bagaikan suatu naskah cerita, tinggal di...
Comments
Post a Comment