Senin, 4 Juni 2012 - (Mrk 12:1-12) Kaum Religius. Kacang lupa kulit, pagar makan tanaman. Itulah gambaran Yesus tentang para imam kepala, ahli Taurat, dan tetua Yahudi. Mereka merancang sesuatu yang jahat terhadap diri-Nya tanpa menyadari bahwa mereka sesungguhnya sedang berhadapan langsung dengan sang Arsitek utama, yang membuat rancangan di atas semua rancangan, yang mereka-rekakan yang jahat untuk kebaikan. Rahasia Kebun Anggur memang dibiarkan tersamar bagi yang degil hatinya. Dan mereka telah memilih jalan mereka sendiri. Ikut pemberontak, ujungnya binasa; ikut Raja yang sah, masuk Istana. Kita ikut yang mana? Selasa, 5 Juni 2012 - (Mrk 12:13-17) Kaum Herodian and Parisi. Yang satu pro penguasa Romawi, yang lain pro kemerdekaan. Dua fraksi yang berseberangan kini berkoalisi demi menghadapi musuh bersama: Raja yang sah. Soal membayar pajak kepada kaisar dijadikan sebagai senjata. Harap-harap kanan kiri kena, toh akhirnya mereka tak berdaya juga. Tapi semoga peri...
Markus 11:1-10 Pernahkah terlintas di pikiran mengapa setiap misa perayaan Minggu Palma di mana-mana yang terlihat hanyalah daun palma tapi tak ada keledainya? Bicara soal hewan yang satu ini, kita segera akrab dengan paradoks. Meski sudah ribuan tahun setia melayani manusia, khususnya sebagai pembawa beban dan alat transport terutama di negara berkembang, ia tetap saja dianggap bodoh dan keras kepala. Mungkin karena itulah dalam bahasa Inggris kata ' ass ' sering dipakai dalam konotasi yang negatif. G.K. Chesterton menulis sebuah sajak paradoksal berjudul The Donkey . Sementara Jean Buridan, seorang filsuf Perancis, membangun teori paradoks Buridan's ass , di mana seekor keledai yang berada di antara makanan dan air akhirnya mati kelaparan dan kehausan karena tak bisa pernah memutuskan mana yang harus dipilihnya dulu. Dalam agama Yahudi, keledai tergolong hewan yang paling nazis karena tidak memenuhi kedua syarat kosher : berkuku genap dan pemamah biak. Menarikny...
Meski mendapat kesempatan dan kemudahan mengetahui rahasia Mesianik dan Kerajaan Allah, para murid ternyata masih belum mengerti siapakah Yesus sebenarnya. Injil hari ini ( Mrk 4:35-40 ) menceritakan mereka dikuasai oleh ketakutan, takut saat menghadapi angin ribut dan tetap juga “takut” setelah menyaksikan kuasa Yesus. Kita juga bisa mengalami “angin ribut” yang mengancam harta, karir, rumah tangga, bahkan nyawa kita. Ketika segala upaya sudah ditempuh, tetapi badai persoalan tak kunjung reda, ketakutan pun menguasai kita. Dan kita berteriak seperti para murid: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” Mungkinkah Yesus membiarkan mereka yang diajak berlayar bersama-Nya gagal sampai ke seberang? Mungkinkah Ia membiarkan kita yang sudah dianugerahi dengan janji keselamatan kekal binasa ketika berjalan bersama-Nya? Kita ragu karena kita sebenarnya juga belum kenal betul siapa Yesus … Ia yang berkuasa mengendalikan laut dan ombak ( Ayub 38:8-11 ). Musibah dapat menim...
Comments
Post a Comment