Posts

Pajak

Image
Pernyataan-pernyataan berikut barangkali kita sudah sering dengar: “pajaknya terlalu tinggi sedangkan fasilitas dan pelayanan publiknya minim”, “yang dibayar toh dikorupsi juga”, “meskipun kita jujur, aparat tetap akan memeras”, “buat apa bayar ke negara, mendingan bagi sendiri saja kepada orang-orang miskin”, dan seterusnya. Seorang profesor hukum mengatakan bahwa pajak adalah isu moral yang penting. Pajak sangat diperlukan agar pemerintah dapat mengumpulkan pendapatan untuk membiayai kepentingan umum. Orang tidak mungkin dapat menikmati manfaat yang paling sederhana dari suatu peradaban tanpa pajak. Persoalannya, orang tidak senang membayar pajak tetapi mau menikmati fasilitas publik seperti keamanan, pelayanan publik, jalan, dan sebagainya. Apakah dasar alkitabiah yang dapat membantu umat kristiani, khususnya kita warga paroki Regina Caeli , menentukan sikap terhadap kewajiban pajak? Pajak sudah dikenal sejak masa Perjanjian Lama. Keluaran 30 menceritakan Tuhan memeri...

Kasih Walaupun ......

Image
“Ah gereja anda kan umatnya kaya-kaya. Saya juga banyak menyumbang tetapi kepada gereja yang miskin, yang sudah mau ambruk ...”, demikian kira-kira ucapan yang dikutip dari seorang umat yang berasal dari luar Jakarta menanggapi tawaran untuk berpartisipasi dalam iklan ucapan selamat atas rencana peresmian gereja Regina Caeli menjadi paroki. “Saya sangat yakin, dan sangat bagus kalau ada yang mau sumbang, pasti pahalanya sangat besar. (Tapi) Untuk pribadi dan perusahaan, saya tidak bisa turut serta karena sudah ada proporsional untuk gereja tapi bukan di iklan saja.”, bunyi sms dari seorang teman menanggapi tawaran yang sama. Setidaknya ada dua pesan menarik dari kedua pernyataan di atas untuk direnungkan kita bersama. Pertama, bahwa gereja Regina Caeli senantiasa dipandang sebagai gereja yang mampu, umatnya kaya-kaya, suatu persepsi yang melekat mungkin karena penampakan fisik dan lokasinya yang berada di dalam suatu kompleks perumahan yang tergolong elite. Refleksi kit...